Sepasang Remaja Saat Larut Malam - TERBIS

Sepasang Remaja Saat Larut Malam

Disebuah kota metropolitan ada sebuah kafe yang ramai sekali pengunjung, karyawannya hampir semua dari lingkungan sekitarnya, pemilik cafe menyediakan tempat tinggal bagi karyawannya yang jauh. 

Hari jumat minggu ini kebagan jaga kafe Kang Iman dan Mbak Nur, mereka dengan sumringah dan ramah bekerja melayani para pelanggan cafe, hingga malam. 

Mbak Nur yang cantik, ramah, dan murah senyum memiliki pesona tersendiri, menjadi daya tarik untuk pengunjung kafe. Begitupun kang Iman yang memiliki badan yang tegap dan tampan. 

Jam 21.00 WIB cafe tutup, kang Iman, Mbak Nur serta dibantu oleh 2 orang karyawan lainnya menutuf cafe, membersihkan kafe agar besoknya sudah siap digunakan kembali, kebetulan malam itu sangat ramai sehingga semua karyawan yang kebagian jadwal semua kelelahan. 

Sambil istirahat Kang Iman dan Mbak Nur duduk di temani karyawan lainnya, bercerita tentang semua hal yang terjadi dari muali bertugas sampai selesai, hingga karyawan lainnya sudah pada pergi karena rasa ngantuk yang mendera, mereka berdua masih juga asik ngobrol, hingga larut malam tidak terasa. 

Tiba-tiba Mbak Nur, berkata "Temen-temen kita dah pada pergi, kayaknya mereka sudah pada tidur, terasa sepi dan dingin malam ini kang" 
"Iya Mbak, dah sepi, coba saya mau periksa dulu", kemudian kang Iman beranjak dari tempat duduknya, berkeliling cafe, ternyata betul semua sudah terlelap termasuk Pak Satpam pun sudah mendengkur. 

Kang Iman pun balik ke tempat duduk semula, menghampiri Mbak Nur. 
"Gimana Kang?" Mbak Nur bertanya kepada Kang Iman "Betul, mbak semua sudah tidur terlelap, tinggal kita berdua yang masih melek", Dada Kang Iman naik turun, jantung berdetak keras, terbersit sesuatu melihat kecantikan Mbak Nur. 

"Kang" Mbak Nur berkata lagi "Apa betul semua sudah tidur?", "Betul Mbak" jawab kang Iman. 
"Bagaimana dengan Allah SWT, apakah tidur juga " Mbak Nur bertanya kembali menegaskan.
Kang Iman menjawab "Allah SWT tidak tidur, Dia tidak terserang kantuk dan tidur". 

"Dia, dzat yang tidak tidur dan tidak akan tidur, Dia Dzat yang selalu melihat kita. Karena itu, Allah sangat lebih pantas untuk kita takuti"  timpal Mbak Nur

Sejurus kemudian Kang Iman meninggalkan Mbak Nur dia bergegas ke kamar, dia beresi pakaian dan semua barang bawaanya, paginya kang Iman pulang kampung, tiap hari Kang Iman nangis di harbaan Allah SWT, dia bertobat dengan tobat yang sebenar-benarnya, dia sangat takut akan murka allah SWT. 

Sepanjang hidupnya Kang Iman menangis sangat merasa bersalah, hingga ajal menjemput. 

Ketika Kang Iman telah dikuburkan banyak orang kampung mimpi bertemu dengannya, hingga ada penduduk kampung yang bertanya dalam mimpinya "Apa tindakan Allah SWT kepadamu Kang Iman?" tanya penduduk dalam mimpinya. "Allah mengampuniku, karena rasa takutku, demikian, dihapuslah dosa itu"

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sepasang Remaja Saat Larut Malam"

Post a Comment