Di sebuah kampung, ada seorang yang kaya raya, ndoro Dulah, warga kampung
mengenalnya, orangnya baik dan pemurah.
Suatu ketika ndoro dulah membutuhkan tenaga kerja, diumumkan kan di
suluruh kampung, hingga ada seorang pemuda lusuh melamarnya, dan menghadaplah. Kang
Semprul nama pemuda lusuh.
“betul ndoro membutuhkan tenaga untuk bekerja di tempat ndoro”
“betul, aku membutuhkan tenaga kerja yang bisa tinggal disini, dan bekerja
untuk membersihkan dan mengerjakan pekerjaan di rumah ini, siapa namamu?” kata
dulah goni,
“saya semprul, ndoro”,
“betul kamu siap bekerja di tempatku, kang semprul”
“maaf ndoro, akan tetapi boleh
saya mengajukan tiga syarat, jika ndoro penuhi semua syarat itu nantinya saya siap
bekerja”
Ndoro Dulah sangat bijaksana, walaupun beliau orang kaya dan punya kekuasaan,
beliau tidak marah dengan permintaan kang semprul .
“ kang semprul, jika syarat yang
akan kamu ajukan, sy bisa penuhi, saya akan penuhi, semoga aku bisa penuhi “
kata ndoro dulah, “apa syarat nya kang”
Kemudian kang semprul mengajukan ketiga syarat tersebut “Pertama, ndoro
tidak menghalangi dan atau melarangku menunaikan sholat wajib apabila waktunya
tiba”, “kedua, ndoro tidak boleh memerintahku sesuka ndoro di siang hari, namun
tidak menyuruhku pada malam hari.”, “ketiga, ndoro, harus memberikan kamar di
rumah ndoro yang tidak boleh orang lain memasuki atau menggunakannya” ,
Tak berapa lama ndoro dulah berkata “Kang, aku dulah goni, akan memenuhi
syarat syarat itu”, kemudian kang semprul di ajak berkeliling rumah yang besar
untuk melihat kamar-kamar, setelah selesai dulah goni bertanya pada kang
semprul “ kang, njenengan milih kamar yang mana” .
“saya milih kamar yang no 19 ndoro”, dulah goni, kaget tidak menyangka
sama sekali, “Kang, apa gak salah njenengan milih kamar yang itu, itu kamar
sudah rusak parah, dan bau sekali, mbok ya jangan kamar yang itu, sebab kalau
yang mbantu aku bulan kemarin itu gak dikamar itu, tapi di kamar yang pojok
itu, kamarnya bersih, luas, dan nyaman” kata dulah goni,
“ndoro, kalau ndoro tidak izinkan saya menempati kamar itu, saya tidak
mau bekerja ditempat ndoro” kata kang semprul,
“bukan gak boleh, kang, tapi kalau kang semprul mau menempati kamar itu
yo monggo” , “kalau sudah mantap kang semprul , silahkan mulai sekarang
njenengan bekerja di tempat ku, tapi mungkin harus dibersihkan dulu kang” kata
dulah goni.
Kemudian kang semprul membersihkan kamar yang mau di tempati, dirapihkan
semua, hingga bau yang menyengatpun sudah jauh sekali berkurang.
Kang semprul bekerja dengan giat dan disiplin, hari berganti malam, malam
pun berganti siang tidak terasa kang semprul sudah 3 bulan bekerja di tempat
ndoro dulah, hingga suatu malam ndoro dulah agak susah tidur, ndoro dulah
berkeliling rumah, memeriksa satu persatu kamar rumahnya, dengan harapan rasa
ngantuk datang, hingga sampai di depan kamar kang semprul, ndoro dulah
kaget dan curiga, ndoro dulah dekati dan
mengintip kamar kang semprul, rasa kaget dan aneh campur curiga semakin besar,
ndoro dulah melihat di dalam kamar kang semprul bercahaya, dan melihat kang
semprul sedang sujud dan dnoro dulah meliaht cahaya sangat terang bergelantung
antara langit dan bumi diatas kepala kang semprul. Ndoro dulah mendengar
rintihan kang semprul
“Ya Allah, aku memenuhi hak ndoro dulah dan melayaninya pada siang hari. Kalau
tak begitu aku tidak akan melewatkan siang dan malamku selain untuk berkhidmat
kepada-Mu, maka ampuni aku wahai Tuhanku”
Ndoro dulah menyaksikan itu hingga subuh, kemudian beliau kembali dan memberitahukan
pada sang istri.
Malam berikutnya, ndoro dulah mengajak istrinya untuk melihat apakah
kejadian itu berlangsung tiap malam atau hanya sekali itu.
Apa yang dilihat malam sebelumnya oleh ndoro dulah juga dilihat kembali
ketika bersama istrinya, mereka berdua menyaksikan kejadian itu hingga tak
terasa dari mata nya mengalir deras air mata, mereka menangis hingga subuh
tiba.
Kejadian tiap malam di kamar kang semprul, ndoro dulah dan istrinya menyaksikan
terus menerus, hingga suatu hari ndoro dulah memanggil kang semprul,
“Kang, silahkan duduk disini dekat saya kang, “kata dulah goni pada kang
semprul, kang semprul melihat ke seluruh ruangan, ruangan yang mewah dan sudah
dipenuhi keluarga besar dulah goni”
“ndoro sy dibawah aja “, “oh, jangan kang, njenengan di kursi itu yang
sudah sy siapakan.
“kang, maksud saya memanggil njengan adalah sekarang sudah bulan ke empat
njenengan kerja di tempat saya”, kata ndoro dulah goni“njih ndoro” kang semprul
menjawab.
“Begini kang, mulai hari ini, njenengan aku berhentikan, dan njenegan aku
berikan lahan yang di ujung kampung dan rumah yang ada di tanah itu untuk
njenengan, aku berikan pada njenengan karena Allah, agar njengan bisamengisi siang dan malamu dengan beribadah kepada Dzat
yang njenegan mohonkan maaf -Nya ” kata
dulah goni sambil menetes air mata, dan merendah dihadapan kang semprul.
Tiba tiba kang semprul bangkit dari duduknya sambil menengadahkan
tangannya “
Wahai pemilik segala rahasia,
Kini rahasia itu telah tampak
Hidup ini tak lagi kuinginkan
Setelah rahasia itu tersebar
lalu kang semprul melanjutakn doa
nya
Ya Allah, Aku memohon kematian kepada-Mu

0 Response to "Pembantu Yang Aneh"
Post a Comment