Bagaimana aku mendekati Mu : dengan Melulu Wiridan kah atau dengan Berusaha ? - TERBIS

Bagaimana aku mendekati Mu : dengan Melulu Wiridan kah atau dengan Berusaha ?


Bagaimana aku mendekati Mu : dengan Melulu Wiridan kah atau dengan Berusaha ?

Keinginan untuk melulu beribadah, tanpa berusaha iktiar dunia, padahal Allah masih menempatkan kita pada golongan orang-orang yang harus berusaha untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari, maka keingian itu termasuk syahwat hawa nafsu yang samar (halus0. Sebaliknya keinginan kita untuk berusaha kasab, padahal Allah telah menempatkan diri kita pada golongan orang yang melulu beribadat tanpa kasab, maka keinginan yang demikian berarti menurunkan dari semangat dan tingkat yang tinggi.

Sebab kewajiaban seorang hamba, menyerah kepada apa yang dipilihkan oleh majikannya. Lebih-lebih apabila majikannnya tuhan Allah SWT yang maha mengetahui benar-benar apa yang menguntungkan baginya dan yang menyusahkannya. Dan tanda bahwa Allah SEWT menempatkan dirimu dalam golongan orang yang harus berusaha kasab, apabila terasa ringan bagimu, sehingga tidak menyebabkan kita tidak tamak (rakus) terhadap hak orang lain

Dan tanda bahwa Allah SWT telah mendudukan dirimu dalam golongan hamba yang tidak berusaha kasab : apabila Allah SWT memudahkan bagimu kebutuhan hidup dari jalan yang tidak disangka, kemudian jiwa kita tetap tenang ketika terjadi kekurangan, karena tetap ingat dan bersandar kepada Allah, dan tidak berubah dalam menunaikan kewajiban-kewajiban. Syaitan sebagi musuh manusia, tidak suka bila melihat manusia itu tenang maka ia datang membisikan kepada manusia, supaya tidak puas terhadap apa yang telah berikan kepada kita., dan selalu membayangkan kepada kesenangan, kemewahan, ketenangan lain orang untuk membangkitkan sifat tamak, iri hati terhadap apa yang bukan bagiannya, sehingga apabila ia telah melepasakan apa yang ia tenang, tentram itu untuk menurutkan sifat tamak, rakusnya gagal amal perbuatannya dan kecewa.
Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)".” QS Al A’raf 20

Dalam surat Toha ayat 120
“Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?"

Ada sebuah cerita  : beberapa kali seseorang telah meninggalkan usaha kasab tetapi terpaksa kembali berkasab, sehingga akhirnya orang tersebut merasakan bahwa dia telah ditinggalkan oleh kasab, maka tiadalah dia kembali kepadanya.

Dalam sebuah pesantren : seorang murida merasa, bahwa untuk sampai kepada Allah dan masuk dalam barisan para wali dengan sibuk pada ilmu dhahir dan bergaul dengan sesama manusia agak jauh dan tak mungkin lalu ia pergi menghadap gurunya, tiba tiba sebelum ia sempet bertanya, gurunya bercerita : ada seorang terkemuka dalam ilmu dhahir, ketika ia dapat mersakan sedikit perjalanan ini, ia datang kepadaku dan berkata :
“aku akan meninggalkan kebiasaanku untuk mengikuti jalan mu wahai guru”
Jawab gurunya : “bukan itu yang harus kamu lakukan, tetapi tetaplah dalam kedudukan mu, sedangkan apa yang akan diberikan Allah kepadamu pasti sampai (tercapai) kepada mu(olehmu)  

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bagaimana aku mendekati Mu : dengan Melulu Wiridan kah atau dengan Berusaha ?"

Post a Comment